PUAP JOMBANG

PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN KABUPATEN JOMBANG

  • Selamat datang di website PUAP kabupaten Jombang
Showing posts with label dunia organik. Show all posts
Showing posts with label dunia organik. Show all posts

Kotoran kelelawar yang sering disebut guano, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik. Sekitar 1.000 gua di Indonesia diprediksi berpotensi menjadi salah satu solusi atas problem kesulitan pupuk di negara kita saat ini.
Kotoran kelelawar yang sering disebut guano, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik. Sekitar 1.000 gua di Indonesia diprediksi berpotensi menjadi salah satu solusi atas problem kesulitan pupuk di negara kita saat ini.
Salah satu penelitian yang mampu membuktikan kegunaan guano sebagai bahan dasar pupuk organik adalah penelitian Universitas Cornell di New York-Amerika Serikat. Hasil penelitian yang dilansir dalam situs www.css.Cornell menyatakan bahwa guano memiliki tingkat nitrogen terbesar setelah kotoran merpati. Namun, menduduki urutan pertama dalam bagian kadar unsur fosfat dan menduduki urutan ketiga terbesar bersama kotoran sapi perah dalam kadar kalium.

Yang mendasari program ini berasal dari 3 faktor yakni faktor Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manuasia dan kebijakan dari pemerintah lokal.

Kondisi alam yang dialami oleh masyarakat petani Lampung adalah semakin menurunnya kesuburan tanah yang diikuti dengan kerusakan tanah (pecah-pecah, keras, liat dll) akibat dari penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus oleh petani. Selain itu, tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia dan diikuti semakin tingginya kebutuhan penggunaan pupuk kimia dari musim ke musim. Kebutuhan air semakin banyak pada setiap musim tanam akibat dari tanah yang sudah tidak mampu untuk mengikat air. Dan kerusakan tanaman akibat dari serangan hama dan penyakit semakin sulit dikendalikan karena keseimbangan ekosistem yang mulai terganggu.

Faktor yang berasal dari SDM nya adalah rendahnya pengetahuan dan pemahaman petani terhadap kondisi tanah. Semakin tingginya ketergantungan petani terhadap sarana produksi kimia (benih, pupuk dan pestisida) akibat dari berbagai tekanan kebijakan. Selain itu hilangnya kreatifitas petani dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan usaha tani serta cenderung menggunakan hal-hal yang bersifat praktis dan kurangnya kesadaran petani akan bahaya dari penggunaan bahan kimia bagi lahan usaha tani, lingkungan dan manusia. 

Sebagai petani organik, kompos merupakan pupuk yang sering diaplikasikan ke lahan, dan untuk membantu proses dekomposisi bahan-bahan organik menjadi kompos, diperlukan bahan-bahan dekomposer. Berbagai macam bahan-bahan dekomposer banyak beredar di pasar (seperti EM4). Petani yang ingin mandiri tidak ingin selalu bergantung dengan pihak lain, terutama pihak-pihak penyedia sarana produksi pertanian.

“Kalau kita bisa bikin EM4, kenapa kita harus beli? EM4 itu kan sama saja dengan MOL, dari baunya kan sudah sama,” ungkap Kariman, Lakbok. Dari sinilah ide mengkaji bagaimana membuat atau menghasilkan mikroorganisme lokal atau lebih sering dikenal dengan nama MOL. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar, petani-petani kreatif di Ciamis membuat MOL dari bahan-bahan seperti buah-buahan busuk (pisang, pepaya, mangga, dll), rebung, pucuk tanaman merambat, tulang ikan, keong, urine sapi, bahkan sampai urine manusia, darah hewan, bangkai hewan, air cucian beras, dan sisa makanan.

“Sekarang saya kalau kencing selalu ditampung, urinenya buat disiram ke sawah, hasilnya padinya jadi bagus,” ujar Cicih, petani anggota KSP Alam Sejati, Panumbangan. Hal serupa juga diungkapkan oleh H. Eha, Aam Amalia, anggota KSP Alam Sejati yang lain. “Cara membuat MOL itu mudah, semua yang ada di sekitar kita bisa dipakai, semua bahan dicampur dengan yang manis-manis seperti air nira, air gula, air kelapa juga bisa. Lalu ditutup dengan kertas, dibiarkan sampai 7 hari. Setelah itu dipakai untuk nyemprot ke sawah”, jelas Sutar, KSP Bumi Sejati, Banjarsari yang disebut sebagai “profesor” oleh teman-temannya, karena keahliannya meramu berbagai bahan menjadi MOL, bahkan mengatakan bahwa MOL baik juga untuk diminum oleh manusia.

sumber: http://organicfield.wordpress.com

Labels:

 HASIL STUDI BP. TARMO IPPHTI LAMPUNG

Pupuk kompos saat ini banyak dicari dan digunakan oleh petani baik untuk budidaya tanaman sayuran maupun untuk tanama padi, tetapi seringkali petani menganggap bahwa pupk kompos hanya berasal dari kotoran hewan. Padahal bahan yang dapat digunakan sangat banyak dan tersedia dilingkungan sekitar seperti, daun-daunan, jerami dan sampah rumah tangga kecuali plastik. Cara membuatnya juga dilakukan secara sederhana seperti dibawah ini :

Membuat Stater / Bio
Bahan-bahan:
  • Nasi (tidak basi) jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan
  • Jamur (berwarna putih tipis menempel di kulit kayu/batang kelapa/ bambu /ranting bambu dall) jumlah disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Besek (terbuat dari bambu) jumlah dissuaikan dengankebutuhan
  • Air jumlahnya disesuaikan kebutuhan
  • Gula merah 2 biji untuk pembuatan 1 toples
  • Sak / karung goni secukupnya.
Cara membuat :
1. Nasi dimasukan kedalam besek, lalau jamur ditaruh diatasnya, kemudian ditutup memakai sak/karung goni yang sudah dibasahi dengan air untuk menjaga kelembabapan, pertama keli buat waktunya 3 hari 3 malam. Bila besek dan jemur mau digunakan untuk membuat lagi, terlebih dahulu besek dicuci dan jamur dibasahi. Waktunya cukup 2 hari 2 malam. Bila dilihat diatas nasi kelihatan jamur putih seperti jamur yang ada di tempe.


Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan amah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan �Back to Nature� telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.

    Komentar Pengunjung


    ShoutMix chat widget

    Followers

    Apakah anda tahu tentang PUAP di kabupaten anda?